Dampak PPKM Darurat Penjualan Sapi di Kabupaten Semarang Turun Hingga 50 Persen

From SEDS-USA Wiki
Jump to navigation Jump to search

SariAgri - Satu tahun lebih pandemi ini meluluhlantakkan perekonomian, semua sektor usaha terkena dampak dan tidak sedikit perusahaan yang gulung tikar, tidak terkecuali usaha sektor peternakan yang terkena dampak.

Pasalnya, selain terdampak pandemi, Idul Adha 2021 ini juga bersamaan dengan PPKM Darurat. berita ekspor buah hari ini Dimana jalur transportasi banyak yang ditutup, sehingga peternak kebingungan.

Moment Idul Adha biasanya menjadi lahan panen bagi peternak, namun dua kali Idul Adha ini para peternak justru mengalami kerugian karena penjualan hewan ternaknya mengalami penurunan secara drastis.

Salah satunya dialami para peternak yang ada di Sentra Kampung Sapi Desa Polosiri, Bawen, Kabupaten Semarang. Penjualannya mengalami penurunan hingga 50 persen.

"Tahun-tahun sebelum pandemi, kita bisa menjual 1.000 ekor sapi bahkan lebih, tapi setelah pandemi ini hanya bisa menjual paling banyak 500 ekor sapi," ujar Juwartono, salah seorang peternak sapi, Selasa (13/7).

Baca Juga: Tak Dapat Penghasilan, Pedagang Kuliner Depok Terdampak Aturan PPKM DaruratPara Pedagang dan Pasar Tradisional Kompak Sukseskan 'Sehari di Rumah Saja'

Apalagi Idul Adha tahun ini yang berbarengan dengan PPKM Darurat, menurut Juwartono banyak peternak yang terpaksa membawa pulang kembali hewan ternaknya karena terbentur aturan kartu vaksin.

"Banyak jalan ditutup dan banyak yang pulang dengan tangan hampa karena tidak punya kartu vaksin," tambahnya.

Akhirnya lanjut Juwartono, dengan adanya PPKM Darurat banyak peternak yang memilih di rumah dengan terus merawat hewan ternaknya.

"Banyak yang akhirnya memilih jadi petani, jadi kuli bangunan hanya untuk bisa bertahan hidup. Mudahan-mudahan kondisi ini bisa segera berakhir, karena bertahun-tahun beternak menjadi mata pencaharian," pungkasnya.

Video terkait: