Ekspor Pertanian Sulut Sentuh Angka Rp2 65 Triliun

From SEDS-USA Wiki
Jump to navigation Jump to search

SariAgri - Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksyidayyan Saragih mengungkapkan bahwa pada periode triwulan II tahun 2021 tercatat adanya penambahan 16 pelaku usaha agribisnis atau eksportir baru dan 48 jenis ragam komoditas unggulan baru asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Donni menyebutkan ragam komoditas ekspor bertambah menjadi 73 jenis, di mana sebelumnya hanya 25 jenis. Sedangkan pelaku ekspor, kata dia, meningkat menjadi 50 pelaku usaha dari sebelumnya hanya 34 eksportir.

"Peningkatan ini, secara linier berdampak pada kinerja ekspor pertanian yang juga meningkat signifikan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (15/7/2021).

Donni menjelaskan berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Badan Karantina Pertanian (Barantan), volume ekspor pertanian asal Sulut pada triwulan II tahun 2021 tercatat sebanyak 235,3 ribu ton dengan nilai mencapai Rp 2,65 triliun.

Capaian tersebut, lanjut Donni, meningkat 12 persen sementara nilai ekspornya meningkat sekitar 111 persen dibandingkan dengan kinerja ekspor pada periode yang sama ditahun sebelumnya (YoY).

"Akses informasi ekspor ini terus kita gencarkan agar dapat menjadi perhatian dan juga atensi pihak terkait. Harapannya performa dapat terjaga bahkan dapat terus meningkat,” jelasnya.

http://www.sygk100.cn/home.php?mod=space&uid=8555608 Baca Juga: Amazing! Pengusaha Ini Raup Rp30 Miliar dengan Ekspor Porang ke 3 NegaraMasa Pandemi, Ekspor Jus Pepaya asal Sumut ke Vietnam Terus Meningkat

Lebih lanjut Donni menambahkan bahwa ragam komoditas pertanian ekspor diwilayah kerjanya, masing-masing adalah asal sub sektor perkebunan berupa minyak kelapa dan sawit, produk olahan kelapa serta pala, dengan negara tujuan terbesar ke Tiongkok.

Sedangkan asal sub sektor hortikultura terdapat komoditas baru yaitu tanaman hias. Di semester I tahun 2020 belum terdapat ekspor, namun hingga Juni 2021 ekspor tanaman hias Sulut telah tembus ke 13 negara dengan 11 pelakunya berasal dari eksportir baru dari kalangan muda atau generasi milenial.

 Video terkait: