Ekspor Topi Renda Hingga Bulu Mata Indonesia ke Jepang Tembus Rp149 7 M

From SEDS-USA Wiki
Jump to navigation Jump to search

SariAgri - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan ekspor produk kerajinan Indonesia ke Jepang mencapai 10,32 juta dolar AS, atau setara Rp149,7 miliar, pada Januari-Mei 2021. Kondisi ini menjadi angin segar khususnya bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di tengah pandemi.

"Produk kerajinan tangan Indonesia seperti topi renda dan penutup kepala lainnya sangat digemari publik Jepang," kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan di Jakarta, Selasa.

Marolop menyampaikan beberapa kerajinan juga cukup memberi optimisme, seperti ekspor bingkai kayu sebesar 2,18 juta dolar AS, keranjang rotan sebesar 562 ribu dolar AS, keranjang anyaman berbahan nabati sebesar 435 ribu dolar AS; dan wig sintetis sebesar 423 ribu dolar AS.

Untuk memperkuat kinerja ekspor kerajinan tangan ke Jepang, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag menggandeng Japan External Trade Oranization (JETRO) mengadakan seminar bertema Mendorong Ekspor Produk Kerajinan Tangan ke Pasar Jepang.

Baca Juga: Pedagang Jamu Gendong di Lebak Kantongi Rp130 Ribu-Rp200 Ribu per HariTerrnasuk Ginseng, Ekspor Pertanian Korsel Melonjak di Masa Pandemi

Hadir sebagai pembicara yaitu CEO dari PT Kasana International Kreatif, Yoshio Yokobori. Pembicara tersebut juga merupakan importir untuk produk kerajinan tangan Asia ke pasar Jepang.

“Kemendag dan JETRO berharap melalui kegiatan ini para pelaku usaha kerajinan tangan dapat menangkap informasi mengenai tren, referensi konsumen, regulasi, serta standar produk. Para pelaku usaha dapat menggunakan informasi tersebut dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran untuk memasuki pasar Jepang. Tentunya juga didukung dengan promosi yang baik,” kata Marolop.

Menurut dia, webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UKM kerajinan tangan Indonesia dalam merencanakan strategi pemasaran ke pasar Jepang, khususnya di saat pandemi.

“Pemerintah dan pelaku usaha perlu bekerja sama agar ekspor dapat terus meningkat dan surplus neraca perdagangan dapat terus ditingkatkan,” ujar Marolop.

Dalam webinar tersebut, terungkap banyak peluang produk ekspor ke Jepang seperti fesyen. Indonesia rutin mengekspor topi renda dan penutup kepala lainnya, wig sintetis, janggut palsu, alis dan bulu mata palsu dari rambut manusia.

perdagangan internasional di indonesia

Video terkait: