Ini 3 Produk Makanan Indonesia Paling Dicari di Pasar Ekspor

From SEDS-USA Wiki
Jump to navigation Jump to search

SariAgri - Tiga produk makanan olahan asal Indonesia menempati posisi teratas atau paling dicari di pasar ekspor. Ketiga produk makanan itu adalah udang kemasan, kopi instan, dan makanan olahannya.

"Kita dapat lihat bahwa tiga produk makanan olahan teratas tujuan ekspor ini sangat memengaruhi kinerja ekspor kita secara keseluruhan di mancanegara," ujar Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga.

Wamendag saat menghadiri Investor Daily Summit secara virtual kemarin memaparkan untuk produk udang kemasan, pangsa pasar terbesarnya Amerika Serikat yang mencapai 78,8 persen disusul Jepang 11 persen, Belanda, Puerto Rico hingga Inggris.

Baca Juga: Sejak 2016 Ekspor Makanan Indonesia Diklaim Tak Pernah Mengalami Penurunan Tingkatkan Ekspor Makanan Olahan dan Seafood Lewat Pameran Virtual

Produk selanjutnya yaitu kopi instan dengan tujuan utama ekspor atau sebesar 72,9 persen ke Filipina. Kemudian 7,2 persennya ke Malaysia, Uni Emirat Arab (3,3 persen), Singapura (1,6 persen), dan Cina (1,5 persen).

Sementara itu, makanan olahan lainnya paling banyak diekspor ke Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, hingga Cina.

berita perdagangan internasional online lain yang masuk 15 teratas makanan olahan yang berkontribusi mendongkrak ekspor makanan olahan yaitu waffle dan wafer, ikan kemasan, mie instan, biskuit, cemilan buah dan kacang, saus, kembang gula, minuman ringan, sereal, coklat, olahan makanan dari tepung, dan jus nanas.

"Total 15 makanan olahan teratas ini mencapai 95,64 persen dari total nilai ekspor makanan pada 2020. berita perdagangan internasional kami harapkan ini bisa meningkat di tengah pandemi COVID-19 yang masih terjadi," kata Jerry.

Adapun 15 negara tujuan ekspor produk makanan olahan RI adalah Amerika Serikat, Filipina, Malaysia, Cina, Singapura, Jepang, Thailand, Arab Saudi, Australia, Vietnam, Belanda, Taiwan, Korea Selatan, Nigeria, dan Burma. Ke-15 negara utama tujuan ekspor itu berkontribusi 81,04 persen dari total ekspor produk makanan olahan pada 2020.

"Ini merupakan kesempatan pelaku usaha untuk melebarkan sayapnya karena kita sudah memiliki mitra dagang di sejumlah negara. Kami juga mengerahkan atase perdagangan dan ITPC kita di luar negeri untuk mempromosikan produk-produk dari dalam negeri," pungkasnya.

Video terkait: