Jelang PPKM Darurat Pasar Hewan Bojonegoro Dipadati Ribuan Orang

From SEDS-USA Wiki
Jump to navigation Jump to search

SariAgri -  Sehari jelang pelaksanaan PPKM darurat Jawa Bali, pasar hewan di Jalan Lettu Suyitno Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipadati ribuan pedagang dan pembeli ternak sapi.

Banyaknya orang yang tak memakai masker dan tidak menjaga jarak, dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19. Kendati di pintu masuk terdapat spanduk maupun poster himbauan untuk menaati dan mematuhi protokol kesehatan.

Namun rupanya para pedagang dan pembeli hewan kurban di pasar ini tampak tak menghiraukan himbauan dari pemerintah tentang bahaya Covid-19. Bahkan para pedagang dan pembeli dengan bebas dan leluasa membaur di antara ribuan ternak sapi.

Menurut pengakuan salah satu pedagang, berkembangnya wacana PPKM darurat membuat para pedagang resah. Sehingga sudah sepekan terakhir ini ribuan pemilik ternak dari berbagai daerah berdatangan untuk menjual sapi. Mereka resah jika PPKM darurat diterapkan tidak bisa berjualan hewan kurban padahal Iduladha sudah dekat.

Baca Juga: PPKM Darurat, Masyarakat Dapat Bansos dari PemerintahPPKM Darurat, Masyarakat Wajib WFH dan Mal Ditutup

“Para pemilik ternak ini, ada yang dari Bali, Madura, Lamongan bahkan hingga Ponorogo dan Klaten Jawa Tengah. Mereka resah dengan beredarnya kabar akan ada PPKM darurat dan khawatir tidak bisa berjualan. Padahal Idul kurban sudah semakin dekat, “ ungkap salah seorang pedagang sapi, Arifin kepada Sariagri, Kamis (1/7/2021).

Arifin menambahkan dampak pemberitaan PPKM darurat membuat harga sapi anjlok mencapai Rp2 juta per ekor. Sebelumnya harga sapi dijual antara Rp18 juta hingga Rp20 juta, kini turun menjadi Rp16 juta sampai dengan Rp18 juta per ekor tergantung ukuran dan kondisi sapi.

berita ekspor buah Seperti diketahui bersama, pemerintah akan segera memberlakukan PPKM darurat Jawa Bali, terhitung mulai tanggal 3 hingga 20 Juli 2021. Langkah ini ditempuh untuk menekan laju angka positif penularan covid-19 yang saat ini tengah melonjak tajam.

Video terkait: