Kerja Sama Dagang B2B Indonesia Akan Ekspor Rempahrempah ke Meksiko

From SEDS-USA Wiki
Jump to navigation Jump to search

SariAgri - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menandatangani nota kesepahaman kerja sama imbal dagang business to business (B2B) antara perusahaan dalam negeri dan perusahaan di Meksiko. Sebagai pilot project kerja sama itu, Indonesia nantinya akan mengekspor pupuk urea, pupuk batubara, arang batok kelapa dan keberagaman rempah-rempah seperti kayu manis, pala dan lada. Sedangkan Meksiko akan menawarkan biji wijen dan minyak kanola serta minyak biji bunga matahari.

Dalam kerja sama B2B itu, Indonesia diwakili perusahaan plat merah yaitu PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Sementara dari pihak Meksiko diwakili Cluster de l+D y TICs. Keduanya akan segera menyusun kontrak kerja sama terkait nilai transaksi dan teknis pelaksanaan imbal dagang.

“Kami selaku perusahaan yang sebagian besar sahamnya milik negara turut mendukung inisiatif Kemendag melalui kerja sama skema imbal dagang B2B, khususnya untuk meningkatkan ekspor nasional dan memulihkan ekonomi Indonesia. Tentunya penandatanganan MoU ini masih dalam tahap awal antara badan pelaksana imbal dagang dalam membuat komitmen kerja sama. Kami berharap dalam waktu dekat transaksi riil dapat segera kita wujudkan,” ujar Direktur Utama PT. berita perdagangan internasional hari ini , Nina Sulistyowati.

Baca Juga: Peluang Pasar Terbuka, Warga Swiss Gemar Kopi IndonesiaKunker Mendag, Peluang Peningkatan Ekspor dan Investasi Rusia ke Indonesia

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan fasilitas yang diberikan pihaknya merupakan terobosan baru dalam membuka peluang ekspor untuk membantu pemulihan perekonomian nasional.

Wisnu optimistis kerja sama dengan Meksiko menjadi tonggak peningkatan kerja sama perdagangan yang lebih besar antar kedua negara di masa mendatang.

“Penandatanganan kerja sama ini merupakan batu loncatan sekaligus tonggak kerja sama yang lebih baik di masa mendatang antara Indonesia dan Meksiko,” kata Wisnu.

Selain itu, dikatakan dia, kerjasama B2B dengan Meksiko juga dapat meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral kedua negara yang nantinya dapat mendorong rantai nilai global.

Untuk diketahui, sejak awal 2021, Kemendag telah menjajaki secara intensif skema imbal dagang B2B dengan 35 negara di dunia. https://gto5767.com/home.php?mod=space&uid=1740316 , setidaknya sembilan negara menyambut baik inisiatif Indonesia. Kesembilan negara yaitu Turki, Rusia, Afganistan, Jerman, Belanda, Prancis, Filipina, India, dan Iran memberi respons positif untuk melanjutkan pembahasan secara teknis.

Video terkait: