PPKM Darurat PHRI Salatiga Dukung Pelaku Usaha Tutup Sementara

From SEDS-USA Wiki
Revision as of 23:51, 1 November 2021 by Syruprake1 (talk | contribs)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to navigation Jump to search

SariAgri -  Selama pemberlakuan PPKM Darurat dan Gerakan 'Satu Hari Di Rumah Saja' oleh Pemkot Salatiga, banyak usaha yang memilih tutup hingga tanggal 20 Juli 2021.

Ketua PHRI Salatiga, Arso Adjie, mengatakan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan PPKM Darurat, hampir semua pelaku usaha mengeluh.

"Pergerakan ekonomi berhenti bahkan minus. Namun kita mesti menyadari bersama bahwa gerakan ini semua bertujuan untuk memperbaiki situasi," papar Arso, Senin (12/7/2021).

Baca Juga: Polisi Lafazkan Selawat untuk Sosialisasikan PPKM Darurat di PasarPPKM Darurat, Pasar Leuwiliang Bogor Akan Awasi Prokes Pedagang

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Salatiga, Roch Hadi menyebut khususnya kuliner dengan kelas PKL diakuinya memilih menutup.

"Tapi kuliner yang sudah naik kelas, tetap ada yang beroperasional meski dengan omzet yang kecil. Kuliner yang menggunakan sistem Informasi Teknologi (IT) masih tetap bisa exist. Meski buka tidak sepanjang waktu tapi masyarakat lebih banyak memilih secara pesan antar," terangnya.

Dari pantauan, adanya penutupan arus hingga meluas di lebih dari delapan titik di Salatiga membuat pelaku kuliner lebih memilih menutup usahanya meski pemerintah memberikan jalan keluar dengan sistem 'take away'.

berita perdagangan internasional terkini :