PPKM Darurat Telah Diberlakukan Ini Kata Pedagang Tanah Abang

From SEDS-USA Wiki
Revision as of 00:36, 20 October 2021 by Birthnail9 (talk | contribs)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to navigation Jump to search

SariAgri - Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sebagai salah satu upaya mencegah penularan COVID-19 di Indonesia yang angkanya tengah mengalami peningkatan.

Pemberlakuan PPKM Darurat menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi pengusaha dan pedagang di pusat perbelanjaan termasuk Feby Wirantika.

Wanita beusia 32 tahun itu memiliki toko di Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dia mengaku harus mengeluarkan biaya lebih bagi para pegawainya selama pemberlakuan PPKM Darurat.

"Masalahnya (ada pemberlakuan PPKM Darurat) biaya operasional jadi bertambah," ujarnya kepada Sariagri.id, Minggu (4/7/2021).

"Untuk ongkos karyawan yang rata-rata tinggal sekitaran Tanah Abang, mereka kita kasih ongkos tambahan untuk bisa sampai ke gudang pusat. Terus ongkos buat pengiriman barang dari gudang ke ekspedisi di Tanah Abang," jelasnya.

Baca Juga: Mulai 6 Juli 2021, Ini Aturan WNI dan WNA yang Akan Masuk Indonesia PPKM Darurat, Pemerintah Pastikan Ada Sanksi Bagi Pelanggar Prokes

Meski demikian, Feby mengaku PPKN Darurat yang baru dua hari diberlakukan belum terlalu terasa imbasnya bagi para pedagang. Selain itu, para pedagang sudah terbiasa dengan adanya kebijakan seperti ini.

"Belum berasa imbasnya, karena baru hari pertama. Proses yang dijalani sama aja kaya PSBB waktu itu, tapi kayanya pedagang udah terbiasa," katanya.

Feby berharap PPKM Darurat berjalan efektif dan bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.

berita nilai ekspor online

"Harapannya semoga PPKM ini efektif memutus rantai penyebaran COVID, sehingga angka penularan berkurang, bumi kembali sehat, proses dagang bagi pedagang Tanah Abang pun jadi lancar," pungkasnya.

Video terkait: