Para PKL Jombang Protes PPKM Darurat Ada Peserta yang Bawa Alat Penggorengan

From SEDS-USA Wiki
Jump to navigation Jump to search

SariAgri -  Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Jombang Jawa Timur berunjuk rasa di halaman kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (disperindag) setempat. http://www.ebaybbs.com/space-uid-197175.html Mereka memprotes kebijakan penyekatan jalan selama masa PPKM darurat yang berujung pada turunnya penghasilan sehari-hari.

Sambil membentangkan sejumlah poster tuntutan, para pedagang keliling ini menuntut pemerintah meninjau kembali penerapan penutupan jalan maupun pemadaman lampu penerangan jaringan umum (PJU).

Sebab dengan banyaknya jalan ditutup dan lampu PJU dimatikan omset mereka anjlok drastis. Jika sebelumnya dari mulai berjualan jam empat sore hingga tengah malam mereka bisa membawa pulang uang Rp400.000.

Kini dengan pembatasan jam dari pukul empat sore hingga delapan malam, mereka mengaku hanya mendapatkan penghasilan Rp40.000 saja.

Aksi Protes PKL di Jombang soal PPKM Darurat. (Arief L)

“Biasanya berjualan sehari bisa mendapatkan rata-rata Rp400.000 sekarang dengan pemberlakukan PPKM darurat pendapatnya hanya sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000 saja, “ keluar koordinator aksi, Agus Coco kepada Sariagri, Jumat (16/7/2021).

Uniknya, dalam menggelar unjukrasa, para pedagang kecil ini tak lupa membawa peralatan memasak, seperti wajah, dandang, pengorengan dan alat berdagang lainnya.

Baca Juga: Langgar PPKM Darurat, Penjual Pecel Belut Beromzet Rp1 Juta Kena Denda Rp5 JutaDampak PPKM Darurat, Penjualan Sapi di Kabupaten Semarang Turun Hingga 50 Persen

Selain menuntut dibukannya kembali penyekatan jalan yang ada di 32 titik di seluruh wilayah Kabupaten Jombang, mereka juga meminta bupati segera mencairkan bantuan sosial bagi para PKL.

“Saat kebijakan PPKM darurat akan diberlakukan, pemkab Jombang pernah menjajikan bantuan sosial guna meringankan beban hidup para pedagang. Bantuan stimulus dispermendag ini pernah disampaikan per akhir 2020. Namun sampai sekarang sudah tujuh bulan tidak ada kabar, “ ungkap Agus.

Para pedagang mengancam akan berunjuk rasa kembali jika tuntutan mereka tak segera dipenuhi.

“Jika stimulus bantuan tidak segera cair dan PPKM terus diberlakukan. Ini bisa mengancam kebutuhan perut. Maka jangan salahkan kami jika jumlah massa yang berunjukrasa nantinya akan semakin banyak, “ pungkasnya.

Video terkait: