Peluang Permintaan Ekspor Briket dari Tempurung Kelapa Tinggi

From SEDS-USA Wiki
Jump to navigation Jump to search

SariAgri -  Limbah kelapa ternyata bisa diolah menjadi produk ekonomis dan bisa menembus pasar ekspor. Salah satunya produk yang bernilai ekspor adalah briket dari tempurung kelapa.

Founder dan CEO dari PT. Tom Cococha Indonesia, Asep Jembar Mulyana, menuturkan briket dari tempurung berpotensi menjadi energi alternatif yang bisa dimanfaatkan. Hal ini disebabkan, Indonesia memiliki banyak komoditas kelapa, sehingga limbah tempurung yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi briket.

Hal ini yang dilakukan Asep bersama perusahaan yang didirikannya. Inovasi tersebut dinilai mampu menggantikan produksi briket dari kayu, sehingga mampu berkontribusi menyelamatkan ekosistem hutan.

Asep menjelaskan, permintaan briket tempurung kelapa dari luar negeri sangatlah tinggi. Pasalnya briket banyak digunakan untuk barbeku (barbeque) dan shisha. berita ekspor buah Khusus untuk shisha, penggunaan briket tempurung kelapa dinilai memiliki kualitas yang baik dibanding briket lainnya.

“Demand-nya sangat tinggi karena konsumsi barbeku dan shisha di dunia sangatlah tinggi, lebih dari 350 ribu ton per tahunnya,” kata Asep dikutip dari laman Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad.

Baca Juga: Indonesia Bakal Ekspor 2.000 Ton Limbah Sawit ke Malaysia per BulanBPDP-KS Komitmen Peremajaan Sawit Rakyat dan Dorong Biodiesel B30 di 2021

Selain memiliki permintaan yang tinggi, bisnis briket tempurung kelapa juga tidak terkena dampak krisis ekonomi. Saat ini, penjualan briket tempurung kelapa 100 persen dilakukan secara ekspor dengan menggunakan kurs mata uang asing. Hal ini membuat bisnis briket bisa berjalan secara berkelanjutan dengan ditunjang ketersediaan limbah yang melimpah.

Tidak hanya tempurung kelapa, Asep juga menjelaskan, limbah sabut kelapa juga berpotensi dibuat menjadi tali tambang. Namun, dalam perkembangannya membutuhkan teknologi tepat guna sehingga dapat diproduksi secara berkelanjutan.

“Potensi limbah yang ada di Indonesia harus dimanfaatkan dengan baik untuk dapat meningkatkan nama baik Indonesia di dunia, salah satunya kelapa Indonesia yang melimpah limbahnya belum termanfaatkan dengan baik seperti tempurung dan sabutnya,” papar Asep.

Kaprodi Teknologi Industri Pertanian Unpad Dr. Efri Mardawati menyampaikan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PT. TOM Cococha Indonesia untuk melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan, penelitian, hingga menjadi wadah untuk implementasi program Kampus Merdeka.

Video terkait: