Sejak 2016 Ekspor Makanan Indonesia Diklaim Tak Pernah Mengalami Penurunan

From SEDS-USA Wiki
Jump to navigation Jump to search

SariAgri - Wakil Menteri Perdangan (Wamendag), Jerry Sambuaga mengetakan, ekspor makanan olahan tidak pernah mengalami penurunan sejak 2016 silam.  Hal ini ia sampaikan saat menyampaikan keynote speech acara Inverstor Daily Summit 2021 yang diadakan secara virtual pada Selasa (13/7/2021).  

"Ekspor makanan olahan kita tidak pernag mengalami penurunan secara umum dari 2016 sampai 2020. (Produk ini) mengalami peningkatan dan itu mencapai 95,64 persen dari total nilai ekspor makanan di tahun 2020 dan kita harap bisa meningkat dan bisa dipertahankan di tengah masa pandemi," kata dia. 

Ia menjelaskan ada tiga jenis produk makanan olahan yang menjadi idola di pasar mancanegara, yaitu udang kemasan, kopi instan dan makanan olahan lainnya. 

"TOP 3 produk ekspor makanan olahan indonesia, pertama udang kemasan pansa besar US 78,8% lalu Jepang 11% dan beberapa negara lainnya," jelas dia. berita ekspor buah terkini  

"Kemudian kopi instan 72,9 persen ke negara tetangga yaitu Filipina kemudian 7,2 peren ke malaysia. Lalu, makanan olahan lain 1/3 ekspor ke Sinagapura dan negara ASEAN lainnya," lanjut dia. 

Baca Juga: Tingkatkan Ekspor Makanan Olahan dan Seafood Lewat Pameran VirtualUntuk Pertama Kalinya, Lombok Ekspor Kopi ke Kanada



Jerry juga menjelakan bahwa produk makanan olahan memiliki peran yang besar terhadap kinerja ekspor Indonesia ke seluruh dunia. 

"Top 3 makanan olahan ini sangat mempengaruhi dan peranan yang besar terhadap kinerja ekspor kita secara keseluruhan di mancanegara," jelas dia. 

Sebagai tambahan informasi, perkembangan nearca perdagangan berdasarkan data dari BPS hingga Mei 2021 mengalami surplus dengan angka US$ 2,36 miliar. Sementara, untuk nilai total dari Januari hingga Mei 2021 nerasa perdangan Indonesia surplus hingga US$ 10,17 miliar. 

"Pencapaian ini  sesuai dengan arahan presiden yang mencetak neraca perdagangan surplus dan itu kita buktikan di masa pandemi COVID 19. By the end of this year diharapkan akan bertambah dibanding tahun lalu," jelas dia. 

"Data ini merupakan  yang tertinggi semenjak 10 tahun terakhir di 10 tahun terakhir. Sepanjang 2020 kita mengalami surplus di angka 20,7 M USD ini tidak pernah Defisit," pungkasnya.  

 Video terkait: