Soal Impor Oksigen Mendag Dari Taiwan Sudah Siap Jalan

From SEDS-USA Wiki
Jump to navigation Jump to search

SariAgri - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan impor oksigen dari Taiwan sudah siap jalan. Namun, Mendag tidak menyebutkan berapa jumlah oksigen yang diimpor.

“Jadi dari Taiwan ini sudah siap jalan,” ujar Mendag Lutfi dalam konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021).

“Dari manapun datangnya kalau barang-barang itu sudah masuk ke dalam list terutama oksigen itu, kami memastikan kelancaran di pelabuhan itu bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Dia menjelaskan oksigen merupakan produk dalam list yang diminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menanggulangi pandemi COVID-19 sehingga pengadaannya secara impor tidak menjadi masalah dan sudah dibolehkan.

& berita perdagangan internasional online , menginsure bahwa seluruh barang-barang yang terutama sudah masuk ke dalam list yang dimintakan BNPB dari setahun yang lalu itu akan masuk ke wilayah pabean kita (wilayah Indonesia) tanpa hambatan apapun,” jelasnya.

Baca Juga: Para Pedagang dan Pasar Tradisional Kompak Sukseskan 'Sehari di Rumah Saja'PPKM Darurat Telah Diberlakukan, Ini Kata Pedagang Tanah Abang

Sementara terkait obat-obatan dan alat kesehatan, Kemendag akan memastikan distribusi berjalan baik dan tersampaikan kepada masyarakat.

“Kami akan memastikan distribusi obat-obatan dan alat kesehatan akan jadi prioritas Kemendag terutama dalam PPKM Darurat ini, memastikan semua yang ada memang bisa didistribusikan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.

Namun, Mendag Lutfi mengatakan pihaknya tidak bisa mengatur harga obat-obatan dan alat kesehatan yang sempat mengalami gejolak karena merupakan ranah Kementerian Kesehatan.

“Adapun masalah harga, meski kami melihat adanya pengaruh supply dan demand, tetapi ini adalah tupoksi daripada Kemenkes. Kami hanya membantu memastikan distribusinya berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan untuk memastikan kebutuhan oksigen di tengah lonjakan pasien COVID-19 di setiap provinsi dapat tercukupi pemerintah akan melakukan beberapa hal seperti mengkonversi oksigen untuk industri ke rumah sakit atau jika diperlukan impor oksigen.

"Kalau misalnya ternyata terjadi kekurangan, Kementerian Perindustrian tinggal mengkonversikan oksigen yang tadinya dialokasikan ke industri menjadi dialokasikan ke rumah sakit dan kalau perlu mengimpor oksigen," katanya dalam konpers virtual Layanan Telemedicine bagi Pasien Isolasi Mandiri dan dipantau dari Jakarta, Senin (5/7/2021).

Video terkait: